Doa Malam GPKdI Tahuna | Jumat 4 September 2026



 Malam yang teduh menyelimuti Kota Tahuna ketika jemaat Gereja Pantekosta Kharismatik di Indonesia (GPKdI) Jemaat Tahuna melangkahkan kaki memasuki rumah Tuhan pada malam Jumat, 4 September 2026. Suasana hening kota pelabuhan ini berpadu dengan kehangatan persaudaraan yang langsung terasa begitu pintu gereja terbuka. Malam itu, ruang ibadah dipenuhi oleh kehadiran jemaat dari berbagai kalangan: kaum pria yang diwakili oleh Gembala Hadi RustiawanJhon Luase, dan Om Utu; kaum wanita seperti Wisye WuwunganAti KarambutIbu OlinMariana Tandi, dan Naomi Sikape; barisan generasi muda yang bersemangat seperti Jein MakahinsadeStevenly TakapahaJuntak JanisMelinda HalimNofri MandalikaVera SikapeDonal KansilAlfrits SulungunaungYesi PareraDebi PareraLucky Sumalenda, dan Bryan Sumalenda; hingga anak-anak kecil yang manis, Airin TakapahaAron TakapahaJesil Janis, dan Vallery Sulungunaung. Di dalam rumah doa ini, semua bersatu dengan satu kerinduan: mencari wajah Tuhan.

Ibadah doa malam dibuka dengan penuh penyerahan. Ibu Olin melangkah ke depan untuk membawa jemaat ke dalam doa pembuka. Kalimat-kalimat doa yang tulus mengalir dari bibirnya, mengundang kehadiran Roh Kudus dan menyerahkan seluruh jalannya ibadah ke dalam tangan perlindungan Allah.
Setelah mezbah doa didirikan, Melinda Halim selaku pemimpin pujian (Worship Leader) mulai menuntun jemaat masuk ke dalam hadirat Tuhan. Suaranya yang jernih dan penuh urapan mengajak seluruh jiwa untuk mengagungkan nama Yesus. Atmosfer kekhusukan semakin dipertegas oleh petikan gitar dari Juntak Janis. Alunan melodi dari gitarnya menjadi pemanis musik yang harmoni, mengiringi setiap bait pujian dengan begitu syahdu. Jemaat serentak menaikkan pujian, mengangkat tangan, dan mempersiapkan hati untuk menerima kebenaran firman.
Sebelum firman Tuhan ditaburkan, Stevenly Takapaha melangkah maju membawa doa Firman Tuhan, memohon agar setiap hati jemaat menjadi tanah yang subur untuk ditanami benih kebenaran ilahi.
Mimbar kudus kemudian diambil alih oleh Pdt. Hadi Rustiawan, selaku Gembala GPKdI Tahuna, yang menyampaikan kebenaran firman Allah. Malam itu, ia membawakan khotbah yang sangat mendalam dengan judul: "Iman adalah Sebuah Keyakinan yang Baru di Dalam Allah."
Dengan suara yang tegas namun penuh kasih, Gembala Hadi mengawali khotbahnya dengan membacakan ayat jangkar dalam Ibrani 11:6“Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.” Ia juga memperkuat fondasi ini dengan Yohanes 3:16mengenai kasih Allah yang besar dan Matius 8:13 tentang kedahsyatan iman seorang perwira di Kapernaum.
Dalam khotbahnya, Gembala Hadi menjabarkan esensi penting tentang iman secara runtut:
  • Apa itu Iman? Iman adalah keyakinan akan hal-hal yang diinginkan (Ibrani 11:1). Iman berarti menerima Allah sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Firman-Nya (Yohanes 5:24), serta percaya dan yakin sepenuhnya bahwa Allah itu benar-benar ada (Kisah Para Rasul 27:25).
  • Mengapa Iman itu Penting? Iman sangat penting karena imanlah yang menyenangkan hati Allah (Ibrani 11:6). Melalui iman kita diselamatkan (Efesus 2:8), dan iman merupakan jaminan mutlak akan kehidupan yang kekal (1 Yohanes 5:13).
  • Dari Mana Iman Datang? Iman tidak bertumbuh begitu saja, melainkan datang dari pendengaran akan Firman Tuhan (Roma 10:17), dan iman itu sendiri bersumber serta datang dari Tuhan Yesus (Ibrani 12:2).
  • Konsekuensi Tanpa Iman: Gembala mengingatkan dengan kasih bahwa orang yang tidak beriman akan mati dalam dosanya (Yohanes 8:24) dan mereka tidak akan pernah masuk ke dalam tempat perhentian Allah (Ibrani 3:19).
  • Rintangan Iman Orang Percaya: Jemaat diajak waspada terhadap tiga rintangan iman, yaitu keinginan mencari kemuliaan manusia (Yohanes 5:44), kecenderungan melakukan kesalahan/hal jahat yang bertentangan dengan Firman Allah (Ibrani 3:10-11), serta kelicikan Iblis yang selalu berusaha mengambil benih Firman Tuhan dari hati kita (Lukas 8:12,18).
  • Kapan Iman Muncul? Iman sejati muncul di tengah badai kehidupan dan kebutuhan mendesak, seperti iman Yairus (Markus 5:22-23) atau saat penyerahan diri secara total dalam baptisan (Kisah Para Rasul 8:34-38).
  • Berkat Luar Biasa dari Iman: Di akhir khotbah, Gembala menekankan berkat melimpah bagi orang beriman: dosa-dosa kita diampuni (Kisah Para Rasul 10:43), kita menjalani hidup yang penuh kemenangan (Efesus 6:16), dan kita memperoleh Hidup yang sejati di dalam Kristus (Yohanes 11:25-27).
Merespons kebenaran Firman Tuhan yang membakar semangat rohani tersebut, suasana ibadah berpindah ke dalam kedalaman penyembahan yang luar biasa. Vera Sikape melangkah maju memimpin momen penyembahan. Di bawah tuntunan bimbingannya, Roh Kudus bekerja dengan sangat kuat memenuhi ruangan gereja. Beberapa jemaat mulai berdoa dalam bahasa roh, terdengar isak tangis pertobatan, dan keheningan yang kudus meliputi ruangan ketika semua hati tersungkur menyembah takhta Allah, mengesahkan iman baru mereka di dalam Tuhan.
Setelah hadirat Tuhan memulihkan setiap hati, ibadah dilanjutkan dengan doa syafaat yang kali ini dipimpin oleh Ibu Mariana Tandi. Dalam doa syafaat ini, Ibu Mariana Tandi menaikkan permohonan yang intim dan penuh kuasa untuk setiap pergumulan jemaat, bangsa dan negara, serta pelayanan hamba-hamba Tuhan.
Sebagai penutup dari seluruh rangkaian doa malam, jemaat memberikan pemberian persembahan syukur mereka. Bryan Sumalenda bertugas sebagai pembawa kolekte, berjalan dengan tertib menghampiri jemaat yang memberikan pemberian terbaik mereka dengan sukacita, mengakhiri ibadah malam Jumat yang penuh urapan tersebut dengan ucapan syukur yang melimpah kepada Tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan lainnya