Ibadah kaum pria gabungan GPKdI Tahuna | Rabu 21 Oktober 2026


Pada hari Rabu, 21 Oktober 2026, telah dilaksanakan Ibadah Gabungan Kaum Pria Gereja Pantekosta Kharismatik di Indonesia (GPKdI) Jemaat Tahuna. Ibadah yang berlangsung khusyuk dan penuh hadirat Tuhan ini dirangkaikan secara khusus dengan ucapan syukur atas pertambahan usia 
Bapak Luky Sumalenda yang genap berusia 39 tahun. Bertindak sebagai tuan rumah, Keluarga Sumalenda-Parera menyambut seluruh kehadiran hamba-hamba Tuhan dan jemaat di kediaman mereka yang terletak di Kompleks Telkom kelurahan Dumuhung, Tahuna.

Ibadah dibuka dan dipandu oleh Saudara Stevenly Takapaha selaku Worship Leader (WL). Mengawali persekutuan, WL mengajak seluruh jemaat yang hadir untuk menaikkan pujian pembukaan "Yesus Kemuliaan-Mu". Suasana ibadah terasa semakin syahdu dan teratur dengan iringan petikan gitar yang harmonis dari Bapak Simanjuntak Janis. Setelah pujian pembukaan dinaikkan, Bapak Jhon Luase memimpin jemaat masuk di dalam doa pembuka untuk menyerahkan seluruh jalannya ibadah ke dalam tangan perlindungan Tuhan.
Memasuki sesi puji-pujian bertempo cepat, suasana persekutuan semakin bersemangat saat jemaat bersama-sama mendeklarasikan iman melalui lagu "Besar dan Perkasa Allah Kita" serta "Bangkit S’rukan Nama Yesus". Persiapan hati jemaat untuk mendengarkan kebenaran firman Tuhan dituntun oleh WL melalui lagu "Kurindu Sabda-Mu, Kurindu Firman-Mu". Sebelum pemberitaan firman disampaikan, Ibu Titin Hamenda berdiri untuk membawakan doa permohonan agar Roh Kudus memberikan hikmat dan pemahaman bagi seluruh jemaat.
Pemberitaan Firman Tuhan disampaikan secara otoritatif oleh Pdt. Hadi Rustiawan, S.Th selaku Gembala Sidang GPKdI Tahuna. Mengangkat judul khotbah "BERSYUKURLAH KEPADA TUHAN" dengan ayat pokok yang diambil dari Mazmur 107:1-7, Pdt. Hadi menekankan bahwa bersyukur kepada Allah merupakan suatu kewajiban asasi bagi setiap orang yang telah ditebus dan diberkati oleh Tuhan. Melalui kebenaran firman ini, jemaat diajarkan untuk senantiasa mengarahkan ucapan syukur kepada Allah di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, sebagaimana tertuang dalam 2 Korintus 2:14 dan Yohanes 10:28.
Dalam pemaparannya yang mendalam, Beliau membagikan 3 alasan teologis mengapa manusia harus bersyukur, yaitu:
  1. Bersyukur sebab Tuhan itu baik, yang dibuktikan melalui pengorbanan terbesar-Nya di Yohanes 3:16, di mana setiap kasih Allah selalu berisikan hal-hal yang mendatangkan kebaikan bagi hidup manusia.
  2. Bersyukur karena Kuasa Allah yang tidak terbatas, yang sanggup menopang serta memulihkan kehidupan setiap orang percaya di tengah tantangan zaman.
  3. Bersyukur karena Ia senantiasa mendengar dan menjawab doa kita, sebuah kepastian iman yang dikuatkan oleh referensi firman dari Matius 7:11, Lukas 15:17-21, Wahyu 3:19, Mazmur 100:5, Matius 8:5-8, serta kisah iman Yabes dalam 1 Tawarikh 4:9-10.
Merespons kebenaran Firman Tuhan, jemaat dibawa masuk kembali dalam penyembahan yang intim melalui lagu responsif "Kemurahan-Mu Lebih dari Hidup". Sesi krusial berikutnya ditandai dengan Doa Berkat khusus, Bapak Gembala  dan Penatua berdiri mengulurkan tangan, berdoa sehati agar berkat kekuatan, umur panjang, kesehatan, dan kelimpahan rohani senantiasa menyertai Bapak Luky dalam usianya yang ke-39 tahun.
Ibadah kemudian dilanjutkan dengan pemberian persembahan syukur jemaat yang diiringi oleh lagu sukacita "Bernyanyilah Bagi Tuhan Hua". Setelah penyampaian informasi internal organisasi, ibadah ditutup secara resmi melalui lagu peneguhan "Hatiku Percaya".
Usai ibadah, acara dilanjutkan dengan momen kekeluargaan berupa tradisi tiup lilin ulang tahun yang dipandu dengan meriah oleh Saudara Erwin Rorong. Bapak Luky Sumalenda bersama keluarga terdekat tampak bersukacita meniup lilin di atas kue ulang tahun yang telah disiapkan.

Sebelum menikmati berkat jasmani yang disediakan oleh keluarga, Pdt. Wisye Wuwungan (Ibu Gembala GPKdI Tahuna) memimpin doa santap kasih. Acara malam hari itu diakhiri dengan ramah tamah dan santap kasih bersama, mempererat tali persekutuan di antara jemaat Kaum Pria gabungan GPKdI Tahuna dalam suasana penuh kehangatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan lainnya