Ibadah Kaum Pria berlangsung dengan penuh khidmat dan ucapan syukur. Pada kesempatan ini, kebenaran Firman Tuhan disampaikan dengan mengusung tema sentral: "Bangkit dan Menjadi Teranglah", yang berlandaskan pada ayat pokok di dalam Yesaya 60:1-2.
Dalam khotbah yang disampaikan, jemaat diajak untuk merenungkan beberapa poin teologis dan praktis bagi kehidupan beriman, di antaranya:
- Panggilan untuk Meninggalkan Kebiasaan Rohani yang Suam-Suam Kuku: Jemaat diingatkan dengan tegas bahwa sikap rohani yang tidak konsisten atau suam-suam kuku mendatangkan penolakan dari Tuhan (dimuntahkan). Berdasarkan amanat Roma 12:11, setiap pria dan anggota jemaat dipanggil untuk menjaga agar roh tetap menyala-nyala dalam melayani Tuhan, bukan menjadi pribadi yang biasa-biasa saja.
- Semangat Kebangkitan sebagai Bukti Keteguhan Hati: Belajar dari kisah Yosua 1:6, Tuhan secara langsung memberikan semangat kepada Yosua. Semangat tersebut merupakan bukti nyata dari keteguhan hati sekaligus motor penggerak untuk terus menjalani kehidupan yang berkenan di hadapan-Nya. Keberhasilan hidup orang percaya sangat ditentukan oleh semangat rohani yang tidak berkeputusan.
- Menjaga Kekudusan Hidup di Akhir Zaman: Mengingat kedatangan Tuhan yang sudah semakin dekat (Wahyu 22:11), jemaat diimbau menjauhkan diri dari perbuatan daging, seperti menjadi pemabuk atau pemfitnah. Fokus hidup harus dialihkan untuk senantiasa memuliakan nama Tuhan dan berdampak positif bagi sesama.
- Menjadi Terang dan Berkat yang Berdampak Luas: Berdasarkan 1 Petrus 2:9, identitas orang percaya adalah bangsa yang terpilih dan imamat yang rajani. Menjadi terang berarti bersedia menjadi saluran berkat yang nyata—dimulai dari lingkup terkecil yaitu keluarga, lingkungan tempat kerja, hingga berdampak bagi bangsa dan negara (Yesaya 60:3).
- Komitmen Mempertahankan Iman hingga Akhir: Jemaat dikuatkan untuk tetap teguh mempertahankan iman kepada Yesus Kristus sampai langkah kehidupan yang terakhir, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang memberikan keselamatan rohani selain di dalam nama-Nya.
- Respons Terhadap Panggilan Pelayanan: Melalui nas Matius 9:36-38, jemaat disadarkan akan realitas bahwa "tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit." Pria-pria dalam jemaat ditantang untuk mengambil bagian secara aktif sebagai pekerja-pekerja di ladang Tuhan.
II. DAFTAR KEHADIRAN (ATTENDANCE LIST)
Ibadah ini dihadiri oleh 24 orang jemaat yang bersama-sama rindu untuk bertumbuh di dalam iman. Berikut adalah daftar kehadiran dalam ibadah tersebut:
- Bpk. Stevenly Takapaha (Tuan Rumah)
- Bpk. Hadi Rustiawan
- Bpk. Nofri Mandalika
- Bpk. Satria Sulingkendage
- Bpk. Achitopel Takapaha
- Bpk. Herdi Hebingadil
- Bpk. Juntak Janis
- Bpk. Marthin Tadete
- Bpk. Jhon Luase
- Bpk. Dani Labora
- Bpk. Sianto Tandayu
- Bpk. Verry Tandris
- Bpk. Donal Kansil
- Ibu Like Rustiawan
- Sdr. Kairi
- Ibu Melinda Halim
- Ibu Eby Parera
- Bpk. Lucky Sumalenda
- Sdr. Ecil
- Ibu Martha Puloliwutang
- Ibu Naomi Sikape
- Sdr. Aron Takapaha
- Sdri. Airin Takapaha
- Ibu Rina Makasambe
III. PENUTUP
Tidak ada komentar:
Posting Komentar