Ibadah Kaum Pria | 24 September 2026

MENJEMPUT KEHADIRAN ALLAH DALAM RASA SYUKUR

Catatan Suasana Ibadah Kaum Pria dan Ucapan Syukur HUT ke-65 Bapak Jhon Luase
Malam itu, suasana khidmat dan kehangatan begitu terasa. Kaum pria berkumpul bersama keluarga dan kerabat terdekat, menyatukan hati dalam sebuah ibadah yang istimewa. Hari itu bukan sekadar perjumpaan biasa, melainkan sebuah momen iman yang dirangkaikan dengan ucapan syukur atas ketambahan usia ke-65 tahun tuan rumah yang terkasih, Bapak Jhon Luase.
Ibadah dibuka dan dituntun oleh Satria Sulingkandage sebagai Worship Leader. Dengan tuntunan roh yang teduh, jemaat diajak untuk masuk lebih dalam ke dalam hadirat Tuhan. Alunan melodi dari petikan musik gitar oleh Juntak Janis mengiringi setiap pujian, menciptakan harmoni yang menyentuh hati dan membawa suasana ibadah menjadi semakin khusyuk.
Aliran berkat rohani semakin mengalir saat Gembala Pdt. Hadi Rustiawan, S.Th berdiri untuk menaburkan benih Firman Tuhan. Mengambil ayat pokok dari 1 Tawarikh 13:1-6, Bapak Gembala membawa jemaat merenungkan kembali arti penting sebuah kesetiaan. Dalam khotbahnya, beliau mengingatkan bagaimana Raja Saul tidak sepenuhnya mengiring Tuhan karena membiarkan tabut Allah terabaikan. Padahal, tabut Allah adalah simbol kehadiran Tuhan yang nyata.
Melalui perikop pendukung dalam Yosua 6:1-4, 15-17, jemaat diingatkan kembali akan kedahsyatan mukjizat tabut Allah yang mampu merobohkan tembok Yerikho yang tebal. Namun, sejarah juga mencatat lembaran kelam dalam 1 Samuel 4:1 dan 1 Samuel 7:1-2 ketika umat kehilangan arah. Merujuk pada Ibrani 9:4, Bapak Gembala mengupas tuntas apa isi dari tabut Allah tersebut, yang semuanya mengarah pada satu kesimpulan: Firman Tuhan harus menjadi pelita yang menerangi hati kita. Sebagai penutup khotbah, jemaat diajak untuk merenungkan Yosua 1:8 dan Mazmur 1:1, agar kaum pria dan seluruh keluarga yang hadir tertanam kuat dalam Firman-Nya dan menjadi orang yang berbahagia karena tidak berjalan di jalan orang fasik.
Kehadiran para sahabat, saudara, dan keluarga menjadi pelengkap kebahagiaan malam itu. Duduk bersama dalam persekutuan yang indah: sang tuan rumah Bapak Jhon Luase, Pdt. Hadi Rustiawan, Sianto Tandayu, Om itu, Verry Tandris, Sony Budiman, Herdi Hebingadil, Marthin Tadete, Yehezkiel Sikape, Stevenly Takapaha, Satria Sulingkendage, Erwin Rorong, Danny Labora, Donal Kansil, Alfrits Sulungunaung, dan Lucky Sumalenda.
Suasana syukur ini juga diperhangat oleh kehadiran ibu-ibu dan anak-anak yang terkasih: Ibu Tadete Abast, Ibu Sulce Korneles, Ibu Ati Karambut, Yessy Parera serta generasi muda Airin Takapaha, Kenzi Luase, Aron Takapaha, dan Veleri Sulungunaung
Setelah rangkaian puji-pujian, perenungan Firman, dan ungkapan syukur atas ulang tahun Bapak Jhon Luase yang ke-65 disampaikan, ibadah yang penuh berkat dilanjutkan dengan doa berkat dari Bapak Gembala dan para Penatua untuk yang berulang tahun dengan memohon berkat pertambahan usia, kesehatan, dan kebahagiaan yang melimpah bagi Bapak Jhon Luase bersama keluarga besar, Ibadah akhirnya ditutup dengan doa oleh Bapak Stevenly Takapaha dengan  menaikkan syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang ibadah
Ibadah telah usai, namun sukacita dan damai sejahtera dari hadirat Tuhan malam itu terus membekas di hati setiap orang yang hadir. Selamat Ulang Tahun ke-65, Bapak Jhon Luase. Tuhan Yesus memberkati senantiasa!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan lainnya